beranda

Thursday, 22 November 2018

BISNIS ONLINE SEPERTI SEBUAH PERMAINAN


BISNIS ONLINE SEPERTI SEBUAH PERMAINAN
Berangkat Dari Hobby tulis  menulis, aku sering menulis, baik itu dalam buku catatan maupun di media surat kabar. Hanya saja tulisan tidak bisa di simpan lama. Akhirnya aku ingin mempelajari Blog, yang bisa menyimpan sebuah dokumen secara Online dan tak akan terhapuskan hanya oleh si punya akun. Dan tulisan ini nanti akan bisa di baca oleh anak cucu kita.  Alham dulillah  tulisanku tentang motivasi, hobby, ide-ide, dan protesku terhadap kehidupan social  yang bagiku tidak sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan, banyak yang Like dan komen. .Dari sini aku terpacu untuk membuat lebih banyak Blog, awalnya blog yang aku buat adalah http:// www.biologytamansiswa.blogspot.com. Berisi tentang semua fikiranku, terutama masalah control social. Setelah itu aku buat blog yang sesuai dengan hobbyku yaitu , http://www.my.cooking.blogspot.com, http://www.mytripmyadventure.blogspot.com. Dari sini  aku berfikiran  kenapa  aku tidak sekalian membuat blog  yang berisi tentang bisnis atau usaha. Kebetulan istriku punya usaha katering, . Akhirnya Blogku yang pertama dengan konten Usaha/bisnis catering online, yaitu, http://www.mojopahitcateringservice.blogspot.com. Dari blog mojopahitcatering service, ternyata banyak yang tertarik dan pesan catering secara online. Dari sini pula aku mendapatkan banyak tambahan uang, sehingga aku terus ketagihan untuk terus menguploud setiap kegiatan usahaku dalam blog. Setelah itu aku buat lagi blog usaha lain ,yaitu http://www.brokerkampoeng.weebly.com, http://www.Jualbelipropertypasuruan,com, dan http://www.eventpesta.blogspot.com. Karena  aku belum cukup banyak uang, sehingga aku promo atau marketing tentang usahaku melalui Blogspot, Iklan Gratis, facebook , Instagram dan tweeter. Bagi aku yang punya usaha kecil kecilan dengan modal yang pas-pasan, sangat cocok sekali menggunakan media Internet untuk jualan catering, kebetulan lokasi usaha di daerah wisata Tretes, Trawas, dan Taman safari Indonesia II. Banyak wisatawan yang Traveling, seminar, gathering dan outbond di sana yang memakai jasa kami, secara online. Tidak hanya menu makanan yang di pesan, bahkan wisatawan juga minta di carikan penginapan, Villa atau hotel sekalian. Dari sini saya berfikiran betapa pentingnya media Internet untuk usaha dan jualan apapun. Bagi aku BISNIS ONLINE SEPERTI SEBUAH PERMAINAN. Artinya kita tidak keluar banyak uang karena kita tidak harus beli lahan untuk kantor atau toko, untuk menempatkan barang. Tidak harus memakai selles atau marketing untuk menjual produk, cukup dari rumah, walau rumah itu jauh dari kota , atau jalan raya yang merupakan syarat untuk bisnis.
Dalam Bisnis Online Kita tinggal Foto produk dan  kegiatan kita, agar customer semakin yakin, setelah itu kita bisa share melalui iklan gratis  yang  tersebar di internet, melalui media social misalnya Facebook, Instagram, dan tweeter. Sambil nyantai di rumah, sambil tiduran di depan TV, atau sambil rekreasi kita bisa menjual produk, Cukup Mudah Khan !.Seperti kita main game online, broucing, kita bisa melakukan dimanapun dan kapanpun. Kita tinggal tunggu kontak dari customer, uang akan datang dengan sendirinya, inilah yang aku sebut bisnis online seperti permainan.
Setelah sekian lama aku berbisnis online secara gratis, Produk atau jasa kami sudah banyak di kenal oleh Masyarakat , dan sudah cukup uang untuk beralih dari Gratisan ke Premium. Saya mulai beli Website, perlu anda ketahui Website gratisan tidak mengalahkan Website yang Premium atau berbayar, baik jangkauannya atau kemunculannya di Internet, Yang gratisan sering terpinggirkan. Tapi untuk mengawali tidak masalah mencoba sarana yang gratisan, sekalian untuk pembelajaran. Dari beberapa blog  bisnis yang telah kami buat, ada dua blog kami yang sering di cari orang, Yaitu http://www.mojopahitcateringservice.blogspot.com dan http://www.eventpesta,blogspot.com.
Dari dua blog kami tersebut , kami bisa menyimpulkan bahwa, catering dan peralatan pesta atau peralatan catering lebih banyak di butuhkan orang, terutama catering karena lokasi kami berada di daerah wisata, sehingga banyak travel yang mencari catering melalui media internet atau online. Untuk meningkatkan penjualan dan agar kelihatan lebih Profesional, kami sekarang memakai website Premium, tapi tidak berarti membuang yang gratisan, tetap kita pakai. Website Premium kami adalah httP://www.Kateringmojopahit.com.yang menjual catering  mulai nasi box, kue box, prasmanan, seminar, outbond, coffee break, bahkan paket Wedding. Dan website satunya http://www.alatpestapasuruan.com. Yang contennya berisi kebutuhan segala macam peralatan pesta.saya tidak semua punya perlengkapan pesta, hanya sebagian yang aku miliki, lainnya kita kerjasama dengan beberapa vendor atau rekanan. Nah dari sisni Anda tertarik untuk bermaian di Bisnis Online. Harapan saya , harus !untuk memulai dan mencoba. Jangan takut untuk melangkah atau merugi. Jangan biarkan kita tergerus oleh kemajuan tekhnologi, dan jangan biarkan diri kita hanya menjadi penonton , mulaila…untuk meruba nasib kita, merubah pendapatan kita, insya allah kita mampu untuk melakukannhya. Semoga tulisan ini memberikan masukan atau inspirasi dalam memulai untuk berbisnis. Mohon maaf apabila kami dianggap menggurui. Wassalam


Monday, 19 November 2018

Buat Dolor Guru Honorer

Sebelumnya sy mohon maaf apabila tulisan atau pendapat saya salah. Untuk teman teman guru honorer yg lagi unjuk rasa tolong segerah di akhiri, dan kembali mengajar dg baik dan sepenuh hati. Unjuk rasa adalah hak setiap WN, begitu juga guru, asal dilakukan dg cara prosedur, sopan dan santun. Tapi ada hal yg lebih penting selain tuntutan kesejahteraan, yaitu keikhlasan memberikan ilmu kepada anak didik. Yakinlah di situ akan kita dapatkan kenikmatan dan keberkahan. Saya juga guru swasta, tapi tidak pernah mengeluh walau gaji jauh dari UMR. Saya masih ingat awal gaji saya mengajar Rp. 80.000. Dan sempat jadi diskusi dg istri, apa aku teruskan dg gaji segitu? alhamdulillah ,istri bilang no problem, yang penting bisa mengamalkan ilmu, kebetulan aku punya usaha tambal ban setelah di PHK, dari perusahaan. Hasil tambalban satu hari bisa lebih dari 20rb, melebihi gaji guru swasta waktu itu. Tapi nilai keberkahannya, itu yg memberi ketenangan jiwa. Aku bandingkan waktu kerja di perusahaan, dg gaji 1.5jt ,sebagai Night Duty Manager. Selama beberapa tahun aku tdk punya apa-apa, waktu utk keluarga, untuk sosial di kampung tdk ada. Tapi setelah jadi guru ,alhamdulillah semua keinginanku banyak yg terpenuhi, karena banyak waktu untuk cari sampingan di luar jam sekolah. Bagi ku, guru PNS, guru honorer, dan guru swasta, itu dibedakan hanya oleh status dan nilai nominal, tapi nilai keberkahan tdk bisa di bedakan. Apapun pekerjaanmu, dimanapun kerjamu, dan seberapa besar gajimu, kalau Allah tdk memberikan berkah tdk akan jadi. Sudahlah kalau kita sudah mengambil profesi sebagai guru, baik guru swasta, honorer, maupun PNS, kita terima apa yg sudah di gariskan oleh sang pencipta. Yakinlah dg keikhlasan kita memberikan ilmu pada anak didik, Allah akan memberikan rizki di luar itu. Tetaplah belajar, berikhtiar, berdoa dan terakhir kita serahkan pada sang Kholik. Maaf dolor ini pengalamanku, kalau tdk sejalan abaikan.


Wednesday, 13 June 2018

KOMPOR TAMBAL BAN PENUH KENANGAN



By : Sonhaji Mutiallah.

Hari ini aku bersama  istriku membersihkan rumah, seperti banyak orang yang lain menjelang hari Raya pasti pada membersihkan rumah .  Mulai dari gudang ,kamar, ruang keluarga, ruang tamu dan sampai teras rumah. Ketika aku membersihkan kamarku yang dulu waktu kondisi memprihatinkan, aku jadikan sebagai kamar utama, namun kini tidak aku tempati dan hanya sebagai tempat almari pakaian. Tak sengaja  aku menemukan benda yang aku anggab berharga, dan menemani aku selama empat tahun waktu itu. Benda ini yang memberikan banyak kenangan bersama keluargaku. Oleh karena itu benda ini aku simpan dan tidak aku jual, walaupun benda-benda yang lain sudah aku jual . Aku sudah katakan pada istriku, tolong benda ini jangan kau buang, simpanlah , karena benda ini akan mengingatkan kita waktu kita dalam kondisi susah, kondisi yang amat di bawah, dan benda ini akan mencegah kita dari sikap sombong , angkuh . Insya Allah benda ini sebagai bukti, dan cerita bagi anak- anak kita nanti, bahwa kehidupan yang kita alami dulu tidak semudah dan sebaik sekarang. Biar anak-anak ku tahu bahwa  ayahnya dulu tidak punya apa-apa, dan harus melakukan profesi ini.

Benda ini adalah Kompor Tambal Ban, yang dulu setiap hari aku  nyalakan untuk mengais  rezeki, karena profesiku dulu sebagai Tambal Ban. Dan dengan Kompor ini aku menunggu uang lima ribu rupiah, untuk membeli Tempe dan beras untuk makan sehari-hari. Aku ingat Istriku dengan sabar menunggu sampai ada orang yang bannya bocor hanya untuk beli sebatang tempe, bahkan kita bersama-sama berdoa, mudah mudahan hari ini banyak sepeda motor  bannya bocor. Itulah do’aku dulu , agar aku bisa makan, bisa membeli beras dan lauk, dan terpaksa anakku tidak aku beri susu, tapi hanya air gula. Semua ini aku lakukan karena kondisi. Semua ini aku lakukan karena pikiran sudah mentok, cari kerja kemana-mana tidak ada  satu pun panggilan, setelah aku di PHk dari salah satu hotel di Surabaya, dengan alasan yang tidak jelas. Waktu itu posisiku dengan jabatan yang lumayan di Hotel. Aku sebagai Night Duty Manager. Setelah keluar dari hotel, satu tahun lebih aku menganggur, mulai istri hamil tiga bulan hingga melahirkan, aku juga belum dapat kerjaan, cari kerja sudah kemana-mana, melalui teman, saudara , tapi tetap tidak ada panggilan. Hidup masih dompleng orang tua, makan minum ikut orang tua, orang tua sendiri juga sudah tidak kerja , hanya mengandalkan kiriman anaknya. Pernah tengah malam setelah shalat tahajud aku salam , di kanan saya ada istri saya dan anak saya , tiba-tiba aku tak bisa membendung air mataku, aku nangis sejadi-jadinya, waktu itu di bulan Romadon dan menjelang hari Raya. Aku belum bisa membelikan pakaian istriku, membelikan Susu anakku, apalagi kue lebaran untuk mertuaku.Tangisanku di dengar istriku , lalu istriku mendekat dan berkata! sabar, Insya Allah ada jalan. Kata- kata istriku inilah yang membuat semangat aku untuk terus berusaha mencari kerjaan, tapi apa boleh buat Tuhan belum memberikan jalan untuk aku dapat pekerjaan, sampai-sampai aku merasa frustasi dan membenci Tuhan dan akan berhenti untuk solat dan berdoa, lagi lagi istriku dengan sabar untuk menyadarkan aku untuk tetap berdoa dan rajin shalat.

Alhamdulillah, setelah shalat tahajud, seakan –akan ada bisikan di telingaku, agar  aku pulang ke kampung  halamanku. Tapi dalam pikiranku aku pulang kampung mau kerja apa? sudah lama gak pulang kampung, dalam kondisi pengangguran aku pulang kampung, bagaimana malunya orang tua ku. Tapi aku tetep berdoa dan berfikir pekerjaan apa nanti di kampung halamanku, karena sudah frustasi cari kerja kemana –mana gak dapet, akhirnya aku timbul ide, yaitu aku mau buka tambal ban, selain gak butuh keahlian yang begitu rumit dan juga tidak butuh biaya besar, apa lagi modal tidak punya.

Akhirnya aku rundingan sama istri dan mertua , walaupun dengan berat jawabannya karena aku harus meninggalkan keluarga, dan masih cari pekerjaan, aku tidak bilang kerja tambal ban. Setelah pulang kampung tidak berhenti disitu, Orang tua juga kurang welcome dengan kehadiran saya  yang  tanpa  keluarga, dan pengangguran. Aku gak mau tahu, karena ada rumah jatahku dari orang tua , walau paling jelek di sekitar rumahku, tidak ada masalah aku tempati rumah itu dan aku mulai menyewah sebidang tanah di pinggir jalan, aku beli Pompa Ban manual, Kompon, Kompor Tambal Ban dan Cukit Ban. Sudah jadilah Profesiku sebagai Tukang  Tambal ban. Memang awal awal menjalani aku terasa berat, selain hinaan, dan cacian orang , juga saudara, karena aku pernah sukses, sebagai Night Duty Manager dan seorang sarjana yang di kampung masih di agung-agungkan, ternyata sekarang jadi Tukang tambal ban. Alham dulillah beberapa bulan usaha ku mulai lumayan, dari pompa manual aku sudah bisa beli Kompresor untuk pomba ban walau dengan hutang tetangga istriku, jualan bensin, dan beberapa Oli bahkan Ban Fulkanisir. Akhirnya  keluargaku , anak istri aku boyong ke Kampung halamanku, di mana kecil aku dibesarkan.
Empat tahun Profesi Tukang Tambal Ban, aku jalani dengan Happy dan istriku juga menerima profesi ini dengan Ikhlas, inilah yang menjadikan aku terus semangat, berusah dan terus belajar, baik itu melalui koran  yang bisa aku beli satu minggu sekali, bahkan aku juga baca-baca buku catatan waktu kuliah dulu, karena aku masih berkeyakinan “Tuhan Akan Merubah Nasib Ummatnya Apabila Mau Berusaha”. Dan saya berkeyakinan tidak akan selamanya menjadi Tukang  Tambal Ban.

Walau dalam keadaan yang serba  kekurangan , saya  masih aktiv di organisasi sosisal, dan saya membentuk Lembaga Swadaya Masyarakat, bersama  teman -teman di kampung, banyak kasus penyimpangan yang terjadi di kampung waktu itu yang kita tangani, alhamdulilah, sampai sekarang sudah jarang pengyimpangan-penyimpangan di kampung. Saya sering  bertengkar sama istri gara- gara , kerja belum dapat Uang, kios saya tutup untuk menyelesaikan kasus atau permasalahan di kampung. Karena prinsip saya untuk berbuat social dan kemanusiaan, tidak harus tunggu Kaya atau punya uang. Bagiku hidup ini harus bermanfaat untuk orang yang membutuhkan agar lebih bermakna.

Perlahan  tapi pasti keyakinan saya untuk merubah nasib, mulai kelihatan, empat tahun punyai profesi sebagai Tukang Tambal Ban, keinginanku terwujud, ada temanku yang datang ke rumah untuk menawari aku sebagai guru,sebenarnya aku  ragu, walau basic kuliah di keguruan, aku  lulus  kuliah tidak pernah mengajar, tapi kerja di dunia perhotelan, tapi aku tidak menyianyiakan waktu, kesempatan tidak datang dua kali. Aku terima tawaran sebagai Guru di salah satu sekolah SMA swasta ,sambil tetap buka tambal ban dan baru tiga tahun sudah di percaya jadi kepala sekolah, dan  usahaku tambal ban aku tutup karena tidak ada waktu lagi.Dan setelah itu aku terpilih menjadi Panitia Pengawas Pemilu( PANWASLU) k
Kabupaten Pasuruan, melalui seleksi yang ketat.Dan sekarang saya sama istri punya usaha catering dan persewaan alat pesta .(www.alatpestapasuruan.com/http://mojopahitcateringservice.blogspot.com).

Sekarang  tidak ada lagi tangisan karena tidak bisa membelikan baju anakku, istri dan mertua, juga tidak bisa membelikan kue lebaran di rumah. Tapi sekarang kesedihan karena sebentar lagi Ramadan akan berakhir, dan saya tidak banyak memberikan santunan pada  Yatim Piatu, sodako dan amal jariah masih belum maksimal, semogah tahun depan kita bisa di pertemukan dengan bulan suci Ramadon.

Semogah tulisan yang saya ambil dari kisah nyata kehidupan saya dan keluarga, bisa memberikan motivasi terlebih pada anak-anakku dan keluargaku, juga bagi pembaca. Inti dari tulisan ini memberikan kesan bahwa sebagai manusia kita jangan Sombong, angkuh pada sesama manusia, karena  Tuhan itu akan memberikan ujian, dan disanalah kita butuh kesabaran untuk melalui tahab-tahab kehidupan. Kalau kita dalam kondisi kurang beruntung, tetap berusahalah dan terus berdoa, dan jangan menunggu kaya untuk berbuat social dan peduli dengan orang miskin, anak yatim piatu.. Sesungguhnya  amal  jariyah, sodako kita , akan di balas dengan balasan yang setimpal. Dan terakhir manfaatkan hidup kita dengan sesuatu yang positif dan manfaatkan hidup kita untuk orang –orang yang membutuhkan. Wasssalam.



Saturday, 5 May 2018

BANGGA AKU DENGAN AJARAN KI HADJAR DEWANTARA




Tanggal 2 Mei 2018, atau bertepatan dengan hari pendidikan Nasional, Ketua Perguruan Tamansiswa Prigen meresmikan pembangunan  patung Ki Hajar Dewantara . Patung tersebut di buat oleh Alumni Taman Madya Prigen Angkatan 2001. Terus terang sebagai salah satu ketua bagian di Perguruan Tamansiswa Prigen, saya merasa bangga dan senang sekali dengan di bangunnya patung ki Hajar Dewantara Tersebut. Ini akan mengingatkanku tentang ajaran-ajarannya. Karena saat ini banyak yang melupakan , siapa itu Ki Hadjar Dewantara? Kalaupun toh tahu informasi yang teringat, paling banter tentang hari Pendidikan Nasional yang di rayakan setiap tanggal 2 mei ini punyakaitan dengan Ki Hadjar Demantara. Soal ajarannya nanti dulu, paling yang diingat slogan dan jargon tentang “ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani, yang artinya kurang lebih “Di depan memberi contoh, di tengah memberi semangat, di belakang memberi dorongan.” Mungkin slogan ini yang sampai sekarang masih diingat walau kadang tidak tahu artinya. Ini tidak hanya di kalangan pendidik atau pamong di luar Perguruan Tamansiswa. Pamong-pamong atau julukan guru Di Perguruan Tamansiswa yang merupakan lembaga yang didirikan oleh Ki Hadjar Dewantara sendiri juga banyak yang tidak memahami ajaran-ajaran yang pernah di ajarkan oleh Ki Hadjar Dewantara.
Ki. Hadjar Dewantara nama lainnya Raden Mas Soewardi Soerjaningrat yang lahir pada 1889, tanggal kelahirannya ditetapkan menjadi Hari Pendidikan Nasional, yaitu setiap 2 Mei. Penetapan tersebut merupakan bentuk penghargaan Pemerintah atas jasa Ki Hadjar Dewantara yang telah memelopori system pendidikan nasional berbasis kepribadian dan kebudayaan nasional. Penggunaan nama alias pada 1922 bertepatan dengan langkah Ki Hadjar Dewantara mendirikan sekolah Tamansiswa di Yogyakarta. Sejak itu, kiprahnya di dunia pendidikan terus berlanjut, sejalan dengan semangat melawan penjajah.
Sebelum ada kemerdekaan Ki Hadjar Dewantara sudah melakukan perlawanan melawan penjajah , melalui pendidikan. Sehingga di jadikan target penculikan oleh penjajah. Selain itu Ki Hadjar Dewantara juga sebagai pelopor system pendidikan berbasis kepribadian dan kebudayaan nasional.
Proses belajar-mengajar di lembaga pendidikan baik formal maupun non-formal saat ini sangat jauh dari ajaran-ajaran Ki. Hadjar Dewantara. Jangan salahkan kalau akhir-akhir ini banyak pelajar yang berperilaku yang tidak terpuji misalnya, berani pada guru, orang tua, bahkan ada yang sampai berani memukul dan membunuh gurunya, banyak pelajar yang putus sekolah akhirnya menjadi anak jalanan atau istilah sekarang anak Punc. Semua ini salah satu penyebabnya , banyak pendidik yang menjauh dari ajaran luhur Ki Hadjar Dewantara.
Dalam konsep pendidikan yang digagas Ki Hadjar Dewantara, tenaga pendidik dan anak didik, adalah mitra didik atau fasilitator. Sehingga perbedaan antara pendidik dan anak didik sangat tipis.Sebagai pendidik seorang guru/dosen , harus bisa melatih kesabaran. Kompetensi tenaga pendidik tidak hanya diukur dari tuntutan kurikulum yang dipenuhi. Tapi, terciptanya suasana kasih- sayang dan persahabatan dalam proses belajar-mengajar. Dengan kata lain , mendidik bukan hanya sekedar mengisi pemikiran atau kepala dan menyiapkan siswa didik dalam mendapatkan keahlian(skill), tapi juga mendidik akhlak atau hati. Saya sering menjumpai sorang pamong atau pendidik yang sering mengeluh gara-gara ulah siswa didiknya, tapi tidak ada pendekatan dan mencari solusi terhadap permasalahan yang dihadapi oleh siswa didiknya , tapi malah sering ada ancaman, misanya: tidak di naikkan atau tidak di luluskan, bahkan yang lebih parah memberikan hukuman dengan cara kekerasan. Sehingga siswa didik malah akan melakukan balasan atau dendam.
Bila kita cermati ajaran Ki Hadjar dewantara lebih jauh, tujuan pendidikan adalah pembangunan karakter pemimpin.Seorang pemimpin dalam ajaran Ki Hadjar Dewantara, harus memiliki sifat Ing Ngarso Sung Tulodho, Ing Madyo Mangun Karso, dan Tut Wuri handayani( Pemimpin ialah seseorang yang berada di depan memberikan suri tauladan, ditengah menggerakkan semangat serta membangun kehendak, dan dibelakang ialah memotivasi atau memberi dorongan bagi orang yang dipimpinnya).Ketiga konsep ini tidak bisa direduksi dan saling mengukuhkan, Karena itu konsep ini perlu dipahami oleh pendidik dan dijadikan sebagai pilar utama dalam praktek pendidikan di Indonesia. Agar tercipta manusia Indonesia yang tumbuh menjadi pribadi yang bertanggungjawab, dinamis, inovatif, setia pada kebenaran, memiliki kehalian(keterampilan) serta turut berkontribusi dalam pembangunan social. Dengan demikian tercapai pula pembentukan karakter Manusia Pancasila.
Selain konsep tersebut, Ki Hadjar Dewantara juga merumuskan upaya pelaksanaan untuk mencapai pendidikan, dalam  konsep Tri Sentra Pendidikan, yaitu : 1) Keluarga, pendidikan pertama yang diterima oleh seorang individu adalah di alam keluarga atau rumah tangga. Orang tua adalah guru pertama bagi anak, dan cerminan anak. Anak yang tumbuh di lingkungan yang sehat baik fisik maupun mental maka mereka akan melakukan tindakan tindakan yang positif, demikian sebaliknya, apabila anak tumbuh di lingkungan keluarga yang tidak sehat atau keluarga yang broken, maka anak tersebut lebih condong  untuk berbuat negative, sehingga di sekolah anak tersebut sering bermasalah.  2) Lembaga/Sekolah, disini anak masuk di zona  tempat belajar dengan bantuan guru atau lembaga  pendidikan. Untuk mewujudkan lembaga yang kondusif, tenaga pendidik harus kompeten, dilembaga pendidikan baik formal maupun non-formal masih banyak tenaga pendidik yang  kurang kompeten, terutama dalam menangani siswa yang bermasalah. Bukti kompetensi tenaga pendidik adalah karya nyata sesuai pengalaman empirisnya dan efektifitasnya dalam mengajarkan. Dengan demikian tenaga pendidik tidak lagi”menuntut” anak  didik untuk mencapai sesuatu yang justru belum dicapainya, sebagaimana praktek pendidikan dewasa ini. Tapi, dengan keahlian yang mumpuni , tenaga pendidik berperan serta dalam “menuntun” anak didik , tidak hanya anak yang pintar tapi yang kurang mampu juga di perhatikan, dan 3) masyarakat. Keberhasilan sebuah pendidikan (proses belajar-mengajar) ditandai dengan terimplementasinya  ilmu pengetahuan dalam kehidupan social masyarakat. Karena itu pendidikan harus sesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan memiliki kearifan lokal. Kegagalan pendidikan  menurut konsep Ki Hadjar  Dewantara, bukan hanya tanggung jawab tenaga pendidik(lembaga formal), tetapi Lingkungan keluarga juga ikut berperanan, siswa didik yang lingkungan keluarganya tidak kondusif, artinya banyak permasalahan di rumah, mulai factor ekonomi, keharmonisan, dan lainnya sangat mempengaruhi siswa didik, di tambah lagi di lingkungan yang juga tidak  kondusif, bertemu dengan teman yang berkarakter buruk, sehingga sifat-sifat negative yang di bawah dari rumah dan lingkungan masyarakat di bawah ke sekolah, di sinilah kita di uji kompetensi kesabaran kita, peranan seorang guru sangat di butuhkan , perlu pendekatan dan kasih-sayang  sehingga beban siswa didik tidak semakin menumpuk, maka pelampiasan di rumah dan di masyarakat minim bisa di atasi.
Konsep inilah yang sering tidak di ketahui oleh pendidik, padahal Ki Kajar Dewantara , sudah lama memberikan konsep kepemimpinan maupun konsep pendidikan yaitu Tri pusat Pendidikan. Bangga Aku yang berada di lingkungan lembaga yang di dirikan oleh pelopor pendidikan , Ki Hadjar  Dewantara sehingga aku bisa memahami ajaran-ajaran pendidikan yang sesungguhnya, bahwa pendidikan itu butuh, rasa kasih saying pada siswa didik. Mudah mudahan aku bisa memberikan pendidikan yang berkarakter kepada siswa didikku, Apa artinya nilai Akademik maupun nonakademik bagus kalau siswa didik kita, karakter, sikap dan perilakunya jauh  dari norma agama dan susila.


Friday, 24 November 2017

GURU HARUS BEKERJA DENGAN HATI




HUT PGRI KE-72



Kemarin Malam aku dapat ucapan selamat hari guru dari salah satu alumni siswa ku yang sudah sukses, dan hari ini Sabtu, 25 November 2017. Disekolah di adakan apel upacara  HUT PGRI Ke- 72, dan hari guru Nasional. Acara yang sederhana yang di gelar Persatuan Pemuda Tamansiswa (PPTS),sangat menyentuh hati  saya  sebagai seorang guru , terlebih saat lagu” Himne Guru  dan lagu Trimkasih Guruku”, begitu  juga puisi yang di bacakan oleh salah satu siswa kelas  XII Ipa. Tida –tiba air mataku tak kuasa terbendung. Sebagai seorang guru aku masih merasa kurang dengan apa yang aku lakukan terhadap anak didik di sekolah. 

Tiga tahun aku mengajar di SMA Taman Madya Prigen, atau tepatnya  dua belas tahun yang lalu(2005). Ketua Perguruan Tamansiswa Prigen , mengangkat saya sebagai Kepala sekolah SMP Taman Dewasa Prigen, yang waktu itu mengalami penurunan jumlah siswa yang sangat drastis, dan bahkan sekolah waktu itu mau  di tutup karena jumlah siswa yang jumlahnya di bawah 10 siswa. Sebenarnya saya keberatan sekali waktu itu karena saya masih baru mengajar, dan banyak senior-senior disana, selain itu jumlah siswa yang sudah habis, mampukah aku untuk mendongkrak jumlah siswa?. Alhamdulillah di tahun kedua sedikit  demi sedikit jumlah siswa sudah mengalami peningkatan, hingga sekarang jumlah siswa ada enam rombel, yang menurut kapasitas sekolah swasta di Kecamatan Prigen sudah lumayan.

Memang tidak semudah yang kita bayangkan dalam merubah managemen sekolah baik yang di dalam maupun di luar yang waktu itu sangat kurang baik, namun, semua itu bisa saya atasi. Hanya saja yang menjadi permasalahan pikiran saya adalah, saya masih belum bisa mengkondisikan sebagian guru- guru saya yang mengajar di sekolah kami.

Prinsip hidup saya adalah selalu membantu orang yang membutuhkan, begitu juga dalam bekerja , saya selalu mengutamakan kejujuran, disiplin dan tanggungjawab. Prinsip ini yang selalu aku pegang di manapun saya bekerja, sehingga sekolah mulai bisa di perhatikan masyarakat.
Dalam kepemimpinan saya sebagai Ketua Bagian /Kepala sekolah versi sekolah umum, saya tidak menggunakan gaya kepemimpinan yang main perintah dan main tunjuk, tapi saya menggunakan gaya kepemimpian dengan cara memberikan contoh, misalnya, saya datang lebih pagi lalu saya berdiri di pintu gerbang sambil memberikan salam pada guru dan siswa yang datang, Setiap jam kosong saya masuki kelas, agar kelas kondusif.

Tapi semua yang aku lakukan ini tidak berdampak dan tidak di ikuti oleh guru –guru yang ngajar di sekolah, ini yang menjadi keprihatinan saya selama ini.
Beberapa keprihatinan saya di sekolah antara lain, kedatangan guru sering terlambat, sering kali izin, bahkan kadang ada jam dikelas tapi tidak di masuki, bila di tegur ada saja alasannya. Selain itu mereka guru-guru banyak yang mengajar hanya sekedar transfer ilmu, datang mengajar setelah itu pulang, tidak mau tahu urusan siswa dan kondisi siswa di sekolah. Padahal anak didik tidak hanya kita berikan materi pelajaran, tapi butuh pendekatan, kasih sayang, perhatian dan juga perlu pelayanan, semua ini hampir jarang di lakukan oleh guru  sekarang.

Selain keprihatinan saya sebagai kepala sekolah  terhadap guru juga keprihatinan saya terhadap wali murid atau orang tua siswa. Saat ini orang tua hampir semua menyerahkan urusan pendidikan kepada sekolah, jarang sekali selama kepemimpinan saya di sekolah, ada orang tua yang Tanya tentang perkembangan pendidikan di sekolah, mereka baru akan datang bila ada undangan ke sekolah , karena anaknya bermasalah di sekolah, itupun kadang tidak mau datang, akhirnya sekolah yang mendatangi wali murid. Padahal sekolah sudah banyak memberikan keringan biaya pendidikan, uang SPP, uang gedung kami tidak menarik, kami hanya memungut uang ujian –ujian yang nilainya tidak sebesar di negeri, itupun banyak yang nunggak bahkan sampai lulus sekolah ada yang tunggakkannya lumayan banyak. Beda dengan di sekolah negeri, biaya berapapun orang tua akan mencarikan, kenapa ini bisa terjadi?. Makanya jangan heran kalau di sekolah swasta/ sekolah kami, gaji seorang guru masih jauh sekali dari Upah minimum Regional(UMR),kecuali yang sertivikasi. Ini kadang kala menjadi dilemma kami dalam memimpin, disisi lain kami ingin menegakkan aturan main  kerja yang sebenarnya, seperti waktu saya bekerja di perusahaan. Tapi disisi lain kami terkendala dengan apa yang bisa kami berikan pada mereka”guru”, kesejahteraan, mulai gaji, jaminan kesehatan, jaminan sosisal, itu semua kami tidak mampu ? apa lagi jumlah siswa yang masih sedikit, mereka diajak untuk mencari siswa juga ogah-ogahan. Padahal semakin banyak siswa maka aka ada peningkatan kesejahteraan.
Mudah mudahan keprihatinan saya tidak mengurangi niat saya dan keikhlasan saya menjadi seorang pendidik atau guru. Saya akan terus berusah untuk mengamalkan ilmu saya  pada siswa didik, dan saya akan terus memberikan contoh atau suri tauladan yang baik pada guru- guru saya di sekolah. Semoga ilmu saya bermanfaat dan berguna bagi siswa didik saya, dan semoga menjadi amalan kelak di surga.
Selamat HUT PGRI ke 72, dan selamat hari Guru Nasional.

Prigen, 25 November 2017
Guru Taman Dewasa Prigen

Sonhaji Mutiallah.



Thursday, 11 February 2016

SAATNYA AKU MENINGGALKANMU KSM & PKH KAB PASURAUN

SAATNYA AKU MENINGGALKANMU KSM & PKH KAB PASURUAN
(AKU BANGGA BERSAM PKH)
FOTO KENANGAN DI DESA SUKORENO

Hari  jum’at 4 Desember 2015, pk. 09.00. Aku bersama teman teman Pendamping PKH di panggil untuk menghadap Ibu kabid PKH Kab pasuruan, Ibu Prapti. Aku sudah menyiapkan Jawaban apa yang akan di tanyakan padaku dan teman-teman pendamping yang lain. Ternyata betul apa yang selama ini menjadi desas- desus tentang double Job, Memang itu yang di tanyakan. Karena aku sudah siap dengan segalah keputusan yang akan aku ambil . Ketika tiba giliranku di tanya oleh ibu Kabid tentang pilihanku , antara Pilih Pendamping PKH atau Tetap menjadi Guru plus sertivikasi. Aku tetap pada pendirianku yaitu pilih Guru sertivikasi, dengan demikian aku harus melepas statusku sebagai pendamping PKH Kecamatan Prigen kabupaten Pasuruan, yang sudah enam tahun kujalani. Terus terang Antara sosial dan Pendidikan adalah ibarat dua keping mata uang yang tidak bisa di pisahkan. Sebenarnya aku merasa berat meninggalkan PKH, karena aku sudah mendapatkan banyak hal , selain tentu saja salery yang lumanyan, aku juga bisa melihat secara langsung kondisi KSM, berdekatan ,bercanda dengan KSM dan merasakan penderiataan KSM. Ini yang memberatkan aku keluar dari PKH. Aku tak bisa lagi ngobrol sambil minum secangkir kopi dan sepotong singkong goreng, Tak ada lagi yang memaksaku untuk membawa pulang kripik gadung, buah nangka, durian, petai dan lain-lain untuk keluargaku. Semuanya diberikan dengan ikhlas padaku. Karena ini sebuah aturan dan sebuah pilihan aku harus pilih salah satu yaitu kembali ke habitatku sebagai seorang pendidik, dan aku tak akan meninggalkan jiwa sosialku yang selalu perhatian dan peduali terhadap kaum duafa. Terimakasih bapak Kepala Desa/Lurah di kecamatan Prigen, Bapak /ibu Kepala sekolah SD/MI, SMP/MTs di kecamatan Prigen, Ibu Bidan di Kecamatan Prigen, mohon maaf Ibu Bidan Sukoreno dan Dayu Rejo atas kemarahanku waktu absensi . Mohon maaf apa bila selama ini tutur kata dan tingkah polahku membuat ketidak nyamanan ,Ibu Prapti, Bpk Edy, teman-teman pendamping dan Operator PKH Kabupaten Pasuruan,  Salam satu Jiwa. Sonhaji Sekeluarga.



MENUMBUHKAN JIWA ENTREPRENEURSHIP PADA SISWA DIDIK
Oleh : Ki. Sonhaji mutiallah

Waktu kita masih sekolah di Taman kanak-kanak  dan sekolah dasar , dan ketika di tanya oleh seorang guru tentang cita-cita, hampir semua teman-teman saya menjawab bila besar kelak ingin menjadi seorang dokter, polisi, tentara, dan guru . Begitu juga orang tua kita dulu sangat mengharap agar anaknya kelak menjadi salah satu profesi tersebut atau pegawai negeri sipil (PNS) . Dan tak satu pun yang menginginkan anaknya kelak menjadi wirausahawan/Entrepreneurship. Mereka beranggapan bahwa menjadi orang gajian atau pegawai lebih terhormat di banding wirausahawan. Seringkali istilah wirausahawan masih belum dianggap sebagai pekerjaan, bahkan sampai sekarang masyarakat masih banyak yang memandang pegawai kantoran yang bekerja dari pagi hingga malam lebih terhormat, tetapi wirausahawan, apalagi kalau masih tingkat kecil, masih dipandang sebelah mata.
Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga mengatakan, bahwa jumlah pengusaha di Indonesia hanya sekitar 1,65 persen dari jumlah penduduk saat ini. Kita kalah jauh dibandingkan dengan negara tetangga. Misalnya Singapura sebesar tujuh persen, Malaysia lima persen, dan Thailand empat persen. Ide untuk memasukkan aspek kewirausahaan di sekolah merupakan hal yang tidak bisa ditawar lagi, katanya. Sebab kemampuan wirausaha membuat seseorang bisa mandiri bahkan bisa menciptakan lapangan kerja. Selain itu Presiden Republik Indonesia Joko widodo mengatakan bahwa peran wirausahawan dalam sektor bisnis mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi nasional. Bapak Joko Widodo juga optimis ekonomi negara Indonesia akan besar, kalau wirausahawan maju. Beliau juga memberikan  peluang seluas-luasnya untuk mengembangkan usahanya.( 12/3/15.Jawa Pos).

Apa itu Entrepreneurship?
Istilah Entrepreneurship pertama kali oleh Richard Cantillon, seorang ekonom Irlandia yang berdiam di Perancis pada abad ke-18 . Dia mendefinisikan entrepreneurship sebagai, “ The agent who buys means of production at cerium prices in order to combine them into a new product”. Dia menyatakan bahwa entrepreneur adalah seorang pengambil resiko. Tidak lama kemudian J. B Say dari Perancis menyempurnakan definis Cantillon menjadi, “ One who brings other people together in order to build a single productive organisnm”. Artinya entrepreneur menempati fungsi yang lebih luas. Yaitu seorang yang mengorganisasikan orang lain untuk kegiatan . Pengertian  Entrepreneurship secara umum adalah jiwa kewirausahaan yang di bangun bertujuan untuk menjembatani antara ilmu dengan kemampuan pasar. Entrepreneurship meliputi pembangunan/pembentukan sebuah perusahaan baru, kegiatan kewirausahaan juga merupakan kemampuan managerial yang diperlukan oleh seorang entrepreneur.
Beberapa tahun terakhir ini, kata entrepreneurship menjadi perbincangan di kalangan perguruan tinggi. Hal ini tidak terlepas dari adanya fenomena banyaknya lulusan perguruan tinggi yang menganggur, karena jumlah lulusan tidak sebanding dengan lapangan kerja yang tersedia. Kondisi ini mendorong para praktisi pendidikan di perguruan tinggi untuk melakukan reorientasi terhadap lulusan yang dinilai semata-mata disiapkan sebagai pencari kerja, bukan pencipta kerja.
Disaat kondisi negara yang sedang berbenah dan menyiapkan tenaga-tenaga muda untuk di didik menjadi entrepreneur, akhir tahun 2015 kemarin , diberlakukannya pasar bebas Asean, yang mau tidak mau harus kita ikuti. Karena Pasar bebas Asean adalah kesepakatan para pemimpin Asean untuk membentuk sebuah pasar tunggal di kawasan Asia Tenggara pada akhir tahun 2015. Dengan tujuan agar daya saing Asean meningkat  serta bisa menyaingi Cina dan India untuk menarik investor asing. Penanaman modal asing di wilayah ini sangat dibutuhkan untuk meningkatkan lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan. Pembentukan pasar tunggal yang diistilahkan dengan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) ini nantinya memungkinkan satu negara menjual barang dan jasa dengan mudah ke negara-negara lain di seluruh Asia Tengara sehingga kompetisi akan semakin ketat. Masyarakat Ekonomi Asean tidak hanya membuka arus perdagangan barang atau jasa, tetapi juga pasar tenaga kerja profesional, seperti dokter, pengacara, akuntan, dan lainnya. Jadi MEA akan lebih membuka peluang tenaga kerja asing untuk mengisi berbagai jabatan serta profesi di Indonesia yang tertutup atau minim tenaga asingnya.Yang menjadi persoalan sekarang adalah Mampukah tenaga kerja Indonesia bersaing dengan negara-negara di Asia Tenggara?

Menumbuhkan jiwa kewirausahaan sejak dini !
Untuk menjawab sebuah tantangan terhadap persaingan pasar bebas Asean (MEA), kita harus menanamkan jiwa entrepreneuship/ kewirausahaan sejak dini. Upaya untuk memasukkan aspek kewirausahaan di sekolah telah lama diusahakan. Banyak sekolah dasar, terutama di kota-kota besar yang telah memasukkan aspek kewirausahaan di sekolah sebagai acara puncak dari sebuah tema pembelajaran. Misalnya acara bazar atau pasar murah yang berlangsung di sekolah. Sayangnya yang jadi pelaku bisnisnya adalah orang tua siswa. Sementara siswa hanya duduk menonton dan belanja, tanpa menjadi pelaku aktif. Padahal saat itu adalah saat yang tepat untuk membuat siswa mempunyai keterampilan menjual dan memasarkan sesuatu. Sebenarnya pembelajaran di sekolah kalau kita cermati masih mengandung aspek kewirausahaan, keduanya saling berhubungan dan saling berkaitan satu sama lain. Suatu misal, dalam berwirausaha seseorang butuh untuk menghitung laba dan rugi itu butuh(keterampilan matematika), meyakinkan pelanggan butuh (penguasaan bahasa )yang baik, untuk promosi yang menarik dan mengatur kemasan atau display barang dagangan di butuhkan (keterampilan seni rupa), dan membuat perhitungan keluar masuk barang butuh (ilmu komputer). Dengan menjadikan kewirausahaan ini sebagai bagian dari pembelajaran, membantu para guru untuk mengintegrasikan beberapa mata pelajaran dan membuat pembelajaran dikelas bermakna. Keberadaan guru sangat penting dan berarti bagi siswa didik untuk menumbuhkan jiwa entrepreneurship. Walupun tidak semua guru punya jiwa entrepreneurship, tapi  seorang guru bisa menyiasati dengan banyak baca buku tentang entrepreneurship, dan bisa brouching di internet , misal tentang perjalanan pengusaha . Saya sendiri sering  sebelum pelajaran di mulai atau menjelang pelajaran usai memberikan pengetahuan tentang entrepreneurship dan menceritakan tentang perjalanan seorang pengusaha sukses yang dimulai dari bawah/nol pada siswa didik. Memberikan pelatihan tentang marketing online, dengan mengajari siswa didik membuat blog free/gratis, sehingga siswa didik dapat menawarkan barang secara online di internet tanpa mengeluarkan biaya yang mahal. Kebetulan saya mengajar ekstra Cooking Class, siswa didik saya ajari membuat produk masakan, minuman atau kue, sekalian kita ajari cara menjual ke lingkungan sekolah, teman dan gurunya. Ternyata banyak yang tertarik dan menjual makanan di sekolah, bahkan produk kue buatan orang tuanya berani di jual di sekolah, padahal mereka masih sekolah menengah pertama dalam artian nonvacation. Semua ini sebagai pembuka cakrawala bagi siswa didik agar tertarik dan merubah mindsetnya untuk menjadi seorang entrepreneurship. Memang tidak mudah, tapi minim kita sudah menanamkan jiwa entrepreneurship pada siswa didik. Selain guru, sekolah merupakan dasar didalam membentuk karakter, kepribadian, dan pengetahuan pada generasi muda. Di sekolah mereka diajarkan berbagai ilmu seperti berhitung, pengetahuan alam, pengetahuan sosial, kewarganegaraan dan kebudayaan daerah. Di samping itu, karakter dan kepribadian mereka juga dibentuk, seperti berlatih bersikap jujur, bertanggungjawab, tolong menolong dan lain-lain. Oleh karena itu, sekolah dapat menjadi salah satu sarana yang cukup penting dalam menanamkan jiwa kewirausahaan sejak dini. Karena dalam diri siswa didik akan muncul sikap tanggungjawab, kreativitas dan mampu mengambil keputusan. Sifat tersebut merupakan modal bagi keberhasilan hidup anak saat ia dewasa.
Gambaran masa depan dunia yang menuntut munculnya jiwa wirausaha pada tiap individu tak dapat disangkal lagi. Persaingan global antar bangsa yang tak mengenal batas antar negara menuntut setiap orang untuk kreatif memunculkan ide-ide baru. Maka mempersiapkan anak agar mempunyai jiwa wirausaha, agaknya jadi satu hal yang penting dilakukan oleh orangtua dan lingkungannya.
Selain guru, sekolah , orangtua adalah pihak yang bertanggungjawab penuh dalam proses ini. Anak harus diajarkan untuk memotivasi diri untuk bekerja keras, diberi kesempatan untuk bertanggungjawab atas apa yang dia lakukan. Semua ini perlu proses dan latihan, dan latihan wirausaha ini sebenarnya tidaklah rumit. Bentuknya bisa sederhana dan merupakan bagian dari keseharian anak, wirausaha bukan hanya urusan membuat produk, bukan hanya menjual atau membeli, tapi banyak hal lain yang kita ajarkan pada anak. Misalnya mengajarkan anak untuk mampu mengelola uang dengan baik. Terangkan pada anak, dari mana uang yang dipakai untuk kebutuhan rumah tangga, biaya sekolah dan kebutuhan lainnya. Jelaskan bahwa untuk mendapatkan uang tersebut, orangtua harus bekerja keras. Uang hanya boleh di gunakan untuk kebutuhan yang benar-benar perlu. Dengan demikian anak akan menjauhi sikap konsumtif. Selain itu anak juga harus di ajari berhemat dengan menabung, tidak boros dalam membelanjakan uang, tetapi orangtua juga harus konsisten dengan apa yang telah diajarkan pada anaknya. Ini adalah salah satu dari banyak cara dalam menumbuhkan jiwa kewirausahaan pada siswa didik, sehingga tidak menunggu beranjak ke perguruan tinggi. Dengan pemberian pengetahuan kewirausahaan sejak dini, maka otomatis anak-anak dengan sendirinya sudah mengenal dunia usaha bahkan siap untuk memulai usahanya walaupun secara kecil-kecilan.

Pemerintah tentu perlu secara konsisten membantu dan mendukung sekolah atau lembaga formal dalam menyelenggarakan entrepreneurship. Sebab sekolah merupakan garda terdepan dalam membentuk generasi muda, sehingga perlu pula mendorong kewirausahaan sejak dini. Kewirausahaan memiliki peranan yang sangat penting dalam menggerakkan perekonomian negara. Seorang wirausahawan dapat menciptakan lapangan pekerjaan, membuka peluang baru dalam memakmurkan masyarakat, serta memacu produktivitas dalam membuat produk inovatif yang dapat diserap oleh pasar. Bangsa Indonesia membutuhkan generasi wirausahawan/entrepreneur muda yang dapat memperbaiki dan menggerakkan perekonomian negara menjadi lebih baik. Semogah.