Sabtu, 20 November 2010

PROPOSAL BANTUAN PROGRAM PETERNAKAN SAPI POTONG

PROPOSAL

PENGAJUAN BANTUAN PROGRAM

PETERNAKAN SAPI POTONG














LEMBAGA PEMBERDAYAAN UMAT

SEKARJOHO PRIGEN PASURUAN

PROPOSAL

PROGRAM PETERNAKAN SAPI POTONG

I. LATAR BELAKANG

Secara sadar sektor pertanian adalah ekonomi yang sangat potensial untuk ditumbuhkan kembangkan pada masyarakat pedesaan ( Inklut didalamnya adalah bidang peternakan ), sebab sektor yang satu ini sumber daya alamnya telah tersedia dan sumber daya manusianya siap untuk bekerja.

Dengan mengangkat serta mengoptimalkan pengelolaan bidang pertanian dan peternakan berarti ada upaya perbaikan ekonomi makro dan secara mikro bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Akan sangat arif jika pada kondisi saat ini masyarakat pedesaan kembali membangun dan bergelut mengelola sumber daya alam yang dimiliki, karena banyak fenomena terjadi masyarakat desa tidak bekerja dikota pada bidang industri maupun sekedar menjadi kuli bangunan.

Peternakan sapi potong adalah salah satu potensi peluang kerja yang secara ekonomi cukup menguntungkan dan dapat dikembangkan menjadi komoditas andalan bagi masyarakat desa karena disinyalir kebutuhan dalam negeri terhadap daging sapi cenderung meningkat, dan bidang pekerjaan ini akan membuka peluang besar peran aktif masyarakat sehingga sangat mungkin mampu mengangkat perekonomian masyarakat desa.

II.TUJUAN PROGRAM

a. Tujuan Umum :

Adalah memanfaatkan sumber daya alam berupa ketersediaan rumput sebagai makanan ternak sehingga dapat memberikan kesempatan kerja bagi para peternak desa.

b. Tujuan Khusus :

1. Meningkatkan produksi sapi potong dengan memenuhi permintaan daging yang kebutuhannya semakin meningkat.

2. Pemberdayaan masyarakat di bidang pengembangan usaha ternak sapi potong

3. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani peternak sapi

4. Menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat desa Sekarjoho Prigen Pasuruan.

III. NAMA PROGRAM

Proyek ini bernama “ PROGRAM PETERNAKAN SAPI POTONG “.

IV. PELAKSANA PROGRAM

Program peternakan sapi potong ini dilaksanakan oleh :

Nama Lembaga : Lembaga Pemberdayaan Umat

Desa : Sekarjoho

Kecamatan : Prigen

Kabupaten : Pasuruan.

Propinsi : Jawa Timur

V. DAMPAK POSITIF PROGRAM

1. Meningkatkan pendapatan masyarakat peternak sehingga akan meningkatkan pula kesejahteraannya

2. Meningkatkan pengetahuan Sumber Daya Manusia peternak

3. Membuka lapangan kerja baru

4. Berkurangnya pekerja produktif yang menganggur karena sempitnya lowongan pekerja yang ada

5. Peningkatan tenaga kerja profesional yang mandiri

6. Dapat dimanfaatkan potensi peternakan yang ada diwilayah desa sekitar

7. Meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan peternak

8. Memberdayakan peternakan sapi potong dengan sistem kereman

9. Meningkatkan skill manajemen pemeliharaan sapi

10. Merubah kultur dari peternak tradisional ke peternak agribisnis

11. Meningkatkan populasi dan produksi sapi potong guna memenuhi permintaan daging yang ada di wilayah kecamatan Prigen

VI. ANALISA PROGRAM

a. Faktor Pendukung :

1. Potensi sumber daya alam (pegunungan)

2. Sumber daya manusia yang potensial

3. Jumlah peternak yang siap kerja cukup besar

4. Populasi dasar sapi potong cukup tinggi

b. Faktor Penghambat :

1. Peternak tidak mempunyai modal

2. Menejemen pemeliharaan sangat minim

3. Kurangnya tenaga kerja yang profesional

4. Masih kuatnya kultur pemeliharaan yang bersifat tradisional

c. Faktor Peluang :

1. Pasar masih terbuka luas dan cukup kompetitif

2. Membuka lapangan kerja baru

3. Peningkatan tenaga kerja profesional yang mandiri

4. Peningkatan pendapatan dan kesejahteraan peternak

5. Peningkatan permintaan daging sapi RPH atau jagal

d. Faktor tantangan :

1. Pemberdayaan peternak sapi potong

2. Meningkatkan skill menejemen pemeliharaan sapi

3. Meningkatkan tenaga profesional yang mandiri

4. Merubah kultur dari tradisional ke agribisnis.

VII. TEKNIS PRODUKSI

Teknis produksi yang perlu diperhatikan agar memperoleh hasil yang maksimal adalah sebagai berikut :

1. Periode Pemeliharaan

Dalam satu tahun akan dilaksanakan pemeliharaan sapi ternak sebanyak 2 (dua) periode dengan lama waktu 4 (empat) bulan perperiode dengan pertimbangan bahwa tenggang waktu antara periode pertama dengan periode berikutnya dipergunakan untuk penjualan ternak maupun persiapan pemeliharaan selanjutnya.

2. Sapi Bakalan

Syarat pemeliharaan sapi kereman antara lain : jenis sapi jantan, tidak digembalakan, tidak dipekerjakan dan tidak digunakan sebagai pemacek dengan kata lain bahwa ternak harus dipelihara dalam kandang.

Adapun kriteria / spesifikasi sapi bakalan adalah : jenis kelamin jantan karena lebih cepat pertumbuhannya dan pada waktu penjualan tidak terikat oleh undang-undang yang mengatur tentang pemotongan betina produktif, berumur ± sekitar 2,5 (dua setengah) tahun, karena pada umur ini sapi masih dalam fase pertumbuhan sehingga pertambahan berat badan relatif cepat.

Sapi unggul mempunyai ciri-ciri antara lain :

- Berbadan lebar dan panjang

- Postur tulang belulang yang besar

- Kulit halus dan longgar

- Susunan kuku rapat

- Diutamakan jenis sapi PO ( Peternakan Ongole )

3. Pakan ( Hijauan dan Konsentrat )

Pakan yang harus diberikan untuk ternak kereman ini ada 2 (dua) macam yaitu pakan penguat ( konsentrat ) dan pakan hijauan ( rumput dan legum ) yang diperlukan untuk pertumbuhan bobot badan yang optimal.

Pakan konsentrat disediakan sebanyak 5 (lima) Kg hari. Pakan hijauan yaitu rumput dan leguminosa yang harus disediakan sebanyak 8-10 % dari botol badan sapi.

Pakan diberikan 2 (dua) kali sehari yaitu pagi dan sore hari. Sebelum disediakan hijauan, maka konsentrat diberikan lebih dahulu.

4. Perkandangan

Kandang sangat berguna bagi ternak karena akan melindungi ternak dari pengaruh-pengaruh buruk lingkungan yang tidak baik bagi ternak dan akan mengganggu pertumbuhan ternak sehingga berakibat ternak tidak bisa mencapai bobor badan yang optimal.

Adapun biaya pembuatan kandang ± Rp. 200.000,- perekor dengan harapan mempunyai daya tahan sekitar 5 tahun.

5. Obat-obatan dan Vitamin

Obat-obatan (anti biotik dan obat cacing) maupun vitamin diperlukan untuk menjaga agar ternak sehat dan dapat tumbuh secara normal, selain itu juga untuk mengurangi resiko mortalitas (kematian).

VIII. SISTEM PEMELIHARAAN SAPI

Sistem yang dipergunkan dalam pemeliharaan sapi ini adalah “Sistem Kereman” yakni pemeliharaan sapi pola “Penggemukan”. Sapi jantan tidak digembalakan. Tidak dipekerjakan dan tidak dipergunakan seagai pemacek akan tetapi ternak hanya dipelihara didalam kandang dengan tujuan untuk memperoleh pertambahan bobot badan yang optimal. Dengan perlakuan / pemberian makanan tambahan konsentrat dan pemberian obat-obatan serta vitamin. Hal ini akan memberikan andil yang cukup besar dalam meningkatkan pendapatan.

IX.ASPEK PEMASARAN

Secara umum prospek bisnis ternak potong memiliki harapan cerah mengingat potensi dasar yang sangat luas, permintaan Rumah Potong Hewan (RPH) atau jagal semakin meningkat seiring meningkatnya taraf hidup masyarakat yang berarti kebutuhan akan daging juga semakin meningkat pula.

1. Pemasaran sapi potong tidak akan mengalami kesulitan karena :

Pemasaran sapi potong yang siap jual akan dilaksanakan secara terkoordinir, dimana setiap transaksi harus diketahui pengelola Lembaga Pemberdayaan Umat Sekarjoho Prigen Pasuruan sehingga transparansi harga akan terjamin.

2. Jalur pemasaran :

a. Menjaring langsung ke Rumah Potong Hewan (RPH) atau jagal diwilayah Kabupaten Pasuruan.

b. Pemasaran langsung ke pasar di wilayah Kabupaten Pasuruan

c. Pemasaran ke daerah luar Kabupaten Pasuruan yang asumsi harga jual dagingnya lebih kompetitif.

X. KESIMPULAN

Kegiatan sapi potong (pedaging) yang dilaksanakan oleh masyarakat melalui Lembaga Pemberdayaan Umat, Desa Sekarjoho Kecamatan Prigen Kabupaten Pasuruan ini merupakan usaha yang positif bila dilaksanakan dengan sungguh-sungguh dengan pola menejemen yang tepat dan benar, usaha ini akan membawa dampak yang baik pada masyarakat / petani peternak, dengan adanya program ini diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru serta meningkatkan tenaga kerja yang profesional yang mandiri serta dapat meningkatkan pendapatan keluarga peternak.

XI. SARAN

Agar kegiatan pengembangan sapi potong / pedaging ini berjalan dengan lancar serta dapat berkelanjutan yang akan dilaksanakan oleh masyarakat melalui wadah Lembaga Pemberdayaan Umat ini, maka perlu adanya bimbingan dan pendidikan dari pemerintah dalam hal ini Dinas Peternakan.

XII.PENUTUP

Dengan harapan, usaha peningkatan taraf hidup masyarakat lewat kelompok ternak ini mendapat hasil yang baik dan positif, melalui Proposal yang sangat sederhana ini kami berharap ada tanggapan yang positif dari pihak-pihak terkait.

Untuk melengkapi proposal ini, kami lampirkan data-data kelompok kami.

Demikian kurang lebihnya mohon maklum dan terima kasih atas segala bantuannya

Prigen, 10 Januari 2010

LEMBAGA PEMBERDAYAAN UMAT

SEKARJOHO PRIGEN PASURUAN

SONHAJI . M, S.Pd BASORI EDI FIONO,SE

Ketua Sekretaris

RENCANA ANGGARAN

PETERNAKAN SAPI POTONG

LEMBAGA PEMBERDAYAAN UMAT SEKARJOHO PRGEN PASURUAN

No.

Uraian

Volume

Satuan

Harga Satuan

Jumlah

1

Penyediaan lahan

45 x 50 m

1 lokasi

50.000/m

112.500.000

2

Pembuatan kandang

10 m x 15 m

3 unit

30.000.000

90.000.000

3

Biaya pengadaan peralatan

9 buah

300.000

2.700.000

4

Pembelian sapi unggul

± 1 tahun

40 ekor

5.000.000

200.000.000

5

Pakan ternak

a. Rumput

b. Dedak

c. Konsentrat & sejenisnya

40 kg

5 kg

1 kg

2880 porsi

2880 porsi

2880 porsi

3.500

1.000

2.000

10.080.000

2.880.000

5.760.000

6

Upah tenaga kerja

180 hari

3 orang

25.000

13.500.000

Total Biaya

437.420.000

Terbilang : (Empat ratus tiga puluh tujuh juta empat ratus dua puluh ribu rupiah )

Prigen, 10 Januari 2010

LEMBAGA PEMBERDAYAAN UMAT

SEKARJOHO PRGEN PASURUAN

SONHAJI.M, S.Pd BASORI EDI FIONO, SH

Ketua Sekretaris

RI

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar